10 Komponen Kebugaran Jasmani
Menurut (Sajoto, 1988:
10) Komponen kesegaran jasmani terdiri dari beberapa unsur, antara lain: (1).
Kekuatan (strenght), (2) daya tahan (endurance), (3) daya ledak (explosive
power), (4) kelentukan (flexibility), (5) kecepatan (speed), (6) kelincahan
(agility), (7) koordinasi (coordination), (8) keseimbangan, (9) ketepatan
(accuracy), (10) reaksi (reaktion time).
PENGERTIAN DAN CEDERA
YANG DI TIMBULKAN DARI 10 UNSUR/KOMPONEN KEBUGARAN JASMANI
1. Daya Tahan
Ada dua macam daya tahan yaitu daya
tahan umum dan daya tahan otot.(Sajoto 1988: 25).Daya tahan umum adalah
kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistim jantung, paru dan peredaran
darahnya secara efektif untuk menjalankan kerja secara terus menerus dan melibatkan
kontraksi sejumlah otot-otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup
lama.Daya tahan otot adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya
untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama.Menurut
Ismaryati (1993: 118) menjelaskan bahwa Daya tahan adalah kemampuan otot untuk
melakukan sesuatu kerja secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama
dengan beban tertentu
Cedera yang
diakibatkan karena daya tahan bisa terjadi apabila daya tahan yang kita miliki
tidak baik, Cedera yang dapat kita alami apabila kurangnya daya tahan pada otot
adalah : Kram Otot (Kejang Otot), Otot & Sendi Terkilir, Leher Kaku, Sakit
Pinggang.
2. KEKUATAN
Kekuatan adalah
komponen dari kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam menggunakan
otot untuk menerima beban sewaktu bekerja menurut (Sajoto, 1988: 23).Sedangkan Ismaryati (1993: 111) Kekuatan adalah tenaga
kontraksi otot yang dicapai dalam sekali usaha maksimal.
Cedera yang di
akibatkan akibat kekuatan adalah disaat seseorang melakukan angkatan beban
melebihi ambang batas kemampuanyang dimilikinya, resiko terjadinya cedera itu
sangat tinggi. Cedera yang paling ringan yang didapatkan adalah keseleo pada
organ tubuh terutama tangan, dan juga bisa menyebabkan patah tuang karena
terlalu memaksakan diri.
3. KECEPATAN
Kecepatan adalah
kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk
yang sama dalam waktu yang sesingkatsingkatnya (Sajoto, 1988: 40). Sedangkan
menurut Ismaryati (1993: 57) Kecepatan adalah kemampuan bergerak dengan
kemungkinan kecepatan tercepat.
Cedera yang di
akibatkan akibat kecepatan adalah diaat seserang tersebut berlari terlalu cepat
dan tak mampu menghentikan kecepatan larinya ada kemungkinan orang tersebut
bisa berbenturan dengan teman maupun benda yang ada di sekitarnya, dan dapat
menyebabkan luka lebam ataupun cedera yang lain seperti keseleo dan luka yang
mengakibatkan pendarahan.
4. KELENTUKAN
Kelentukan
adalah segala efektifitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala
aktivitas dengan penguluran tubuh yang ditandai dengan flexibilitas persendian
pada seluruh tubuh (Sajoto, 1988: 34). Menurut Ismaryati (1993: 101) Kelentukan
merupakan kemampuan menggerakkan tubuh atau bagian-bagiannya seluas mungkin
tanpa terjadi ketegangan sendi dan cidera otot.
Cedera yang di akibatkan karena
kelentukan adalah ketegangan pada sendi dan otot, nyeri pada sendi dan otot
serta cedera otot lain nya.
5. DAYA LEDAK
Menurut Harsono (1988: 24) daya ledak
adalah produk dari kekuatan dan kecepatan. Daya ledak adalah kemampuan otot
untuk mengarahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang amat singkat. Sedangkan
menurut Sukadiyanto (2005: 117) daya ledak adalah hasil kali antara kekuatan
dan kecepatan. Artinya bahwa latihan kekuatan dan kecepatan sudah dilatihkan
terlebih dahulu, walaupun dalam setiap latihan kekuatan dan kecepatan sudah ada
unsur latihan power.
Cedera yang di
akibatkan karena daya ledak adalah di saat seseorang memekasakan diri dalam
memperoleh daya ledak yang ddihasilkan malah keseleo dan ketegngan urat atau
kram pada sendi dan otot
6. KELINCAHAN
Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk merubah
arah dan posisi di arena tertentu (Sajoto, 1988: 43). Sedangkan Ismaryati
(1993: 41) kelincahan merupakan komponen kesegaran jasmani yang sangat
diperlukan pada semua aktivitas kecepatan perubahan posisi tubuh dan
bagian-bagiannya.
Cedera yang di akibatkan jika tidak
memiliki kelincahan adalah keselo pada persendian , dan dapat jatuh karena
memaksakan diri melakuakn peubahan arah dan posisi.
7. KETEPATAN
Ketepatan adalah
kemampuan seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu
sasaran. Sasaran dapat berupa suatu jarak atau mungkin suatu obyek langsung
yang harus dikenai dengan salah satu bagian tubuh (Sajoto, 1988: 52).
Cedera yang di akibatkan karena
ketepatan salah satunya adalah cedera fisik atau luka lebam , hal ini bisa
terjadi pada permainan sepak bola, disaat seseorang hendak menendang bola dan
di hadang oleh pemain lawan dan apabila orang tersebut tidak memiliki ketepatan
malah akan menendang kaki lawan bukan bola yang hendak ia tendang.
8. KESEIMBANGAN
Keseimbangan
adalah kemampuan mempertahankan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan
gerakan. Keseimbangan tergantung pada kemampuan integrasi antara kerja indra
penglihatan, kanalis-kularis pada teling dan reseptor pada otot (Sajoto, 1988:
54)
Cedera yang di
akibatkan karena keseimbangan adalah di saat seseorang melakukan lompatan.dan
di saat melakukan pendaratan ia tidak memiliki keseimbangan maka akan
menyebabkan salah jatuh dan keseleo, bahkan tubuhnya akan terhempas langsung ke
tanah.
9. KORDINASI
Koordinasi
adalah kemampuan kemampuan seseorang untuk mengintegrasi-kan bermacam-macam
gerakan yang berbeda dalam pola getakan tunggal secara efektif (Sajoto, 1988:
43). Sedangkan Ismaryati (1993, 53) kelincahan didefinisikan sebagai hubungan
yang harmonis dari hubungan saling pengaruh di antara kelompok-kelompok otot
selama melakukan kerja yang ditunjukkan sebagai tingkat keterampilan.
Cedera yang di
akibatkan karena kordinasi adalah disaat seseorang tidak memiliki kemampuan
untuk melakukan dua atau lebih geakan secara bersamaan maka orang tersebuat
akan merasakan kaku pada sendi maupun kram pada sendi, ini biasa terjadi paa
olahraga renang
10. KECEPATAN REAKSI
Kecepatan Reaksi adalah kemampuan seseorang untuk segera bertindak secepatnya agar dalam
menanggapi rangsangan yang ditimbulkan lewat indera atau syaraf lainnya
(Sajoto, 1988: 63).Sedangkan Ismaryati (1993: 72) berpendapat bahwa reaksi
adalah periode antara diterimanya rangsang (stimuli) dengan permulaan munculnya
jawaban (respon).
Cedera yang
ditimbulkan karena kecepatan reaksi adalah di saat kita terkena panas atau
sulutan api, apabila kita tidak memiliki kecepatan reaksi maka organ tubuh kita
akan merasakan panas yang berlebihan dan akan melepuh, contoh lain adalah
disaat bola mengarah ke wajah penjaga gawang,dan penjaga gawang tersebut tidak
memiliki kecepatan reaksi maka bola tersebut akan mengenai wajah penjaga gawan
dan dapat menyebabkan pendarahan pada hidung penjaga gawan bahkan bisa
menyebabkan patah pada tulang hidung sang penjaga gawang
A. Pengertian
Fasilitas
Fasilitas
merupakan sarana atau wahana atau alat untuk
mempermudah aktivitas perusahaan dan juga untuk
mensejahterakan karyawan agar para karyawan dapat
melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Menurut Moekijat
(2001 : 155) secara sederhana yang dimaksud
dengan fasilitas adalah suatu sarana fisik
yang dapat memproses suatu masukan (input)
menuju keluaran (output) yang diinginkan.
Selanjutnya menurut Buchari (2001 : 12)
fasilitas adalah penyedia perlengkapan – perlengkapan
fisik untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya,
sehingga kebutuhan – kebutuhan dari pengguna fasilitas tersebut
dapat terpenuhi. Ditambahkan oleh Bary (2002
: 67) fasilitas adalah sebagai sarana yang
diberikan perusahaan untuk mendukung jalannya
nada perusahaan dalam mencapai tujuan yang
ditetapkan oleh pemegang kendali.
B. Syarat layaknya fasilitas.
Fasilitas ialah
prasarana pendukung kelancaran suatu kegiatan olahraga baik itu dalam skala
daerah, nasional, serta internasional. Karena fasilitas merupakan syarat utama
yang harus memenuhi kriteria yang baik nyamanya para pelaku olahraga yang
berpartisipasi di dalamnya.
Berikut syarat layaknya fasilitas
untuk di gunakan untuk berbagai kepentingan kegiatan :
a) Bangunannya jelas, kokoh berdiri, tidak
mudah rusak dan dapat bertahan lama.
b) Sesuai dengan kebutuhan dan tujuan.
c) Mudah di jangkau oleh pelaku olahraga.
d) Mendapat pengaman dari pihak tertentu
serta terawat kualitasnya.
c e) fasilitas harus menarik agar memberikan rasa nyaman bagi pelaku olahraga.
c e) fasilitas harus menarik agar memberikan rasa nyaman bagi pelaku olahraga.
C. Jenis fasilitas serta faktor penyebab
cidera pada olahraga
jenis dan pembagian fasilitas olahraga terbagi atas fasilitas dalam dan luar
ruangan, hal itu pun tidak lepas dari factor penyebab cideranya atlit akan
segala bentuk kekurangan atau kelemahan fasilitas pendukung serta kewaspadaaan
sang atlit tersendiri. Berikut jenis fasilitas serta factor penyebab cideranya
karena fasilitas :
a) Stadion
Stadion merupakan tempat berlangsungnya segala aktivitas olahraga sebagai pusat
dari cabang olahraga sepak bola, rugby, softball dan lain-lainnya. Factor
penyebab cidera karena stadion bisa meliputi terhadap lemahnya sarana
pendukung seperti atap stadion yang bocor, pagar penonton yang tidak
terstruktur dengan baik, lapangan yang tidak rata, rumput lapangan yang tidak
terawat, bangunan tribun stadion yang tidak kokoh dan lain lain, bila
kekurangan/kelemahan ini tidak teratasi maka factor cedera sangat rentan
terjadi dan menimpa semua pelaku olahraga yang ada di dalamnya.
b) Gor
Gor (gedung Olahraga) merupakan bangunan/infrastruktur yang di fokuskan pada
beberapa cabang olaharaga seperti bulu tangkis, bola volly, bola basket, catur,
futsal serta cabang olahraga dalam ruangan lainnya. Penyebab cedera yang rentan
terjadi oleh fasilitas Gor dapat berupa ruangan yang tidak memadai,
tempat/tribun penonton yang tidak layak, lantai yang licin, kontruksi bangunan
yang tidak kuat dan lainnya.
c) Kolam Renang
Kolam renang ialah tempat berlangsungnya olahraga aquatic yakni cabang olahraga
renang, polo air dan olahraga aquatic lainnya. Penyebab cedera pada kolam
renang dapat berupa air yang kotor, tepi/bibir kolam yang berjamur, papan
lompatan yang tidak kokoh, walaupun sepela namun bisa tidak di tanggulangi
dengan baik maka cedera akan rentan terjadi.
d) Track & fill
Track & fill sangat identik dengan cabang olahraga atletik, yakni lari,
lompat, lempar. Penyebab cidera pada fasilitas ini berupa adanya gangguan
terhadap lintasan yang kurang terawat atau rusak, bak lompat yang tidak rata
bagi olahraga lompat jauh, lapangan yang becek.
e) Sirkuit
Jenis fasilitas ini sangat berperan bagi cabang olahraga jenis balapan, moto
grand prix(Moto GP), formula 1, dan jenis balapan lainnya. Faktor penyebab
cidera karena sirkuit yang mengganggu baik bagi atlit maupun admin serta
penonton yaitu jalan yang licin dan sempit, tribun penonton yang sempit, pagar
pengaman jalan yang tidak layak.
f) Gynmasiun
Gymnasium merupakan tempat berlangsungnya kegiatan senam, fitness dan olahraga
pengembang organ tubuh lainnya. Factor penyebab cidera karena fasilitas
gymnasium berupa alat fittnes yang kurang memadai, bangunan yang tidak kokoh,
tidak adanya tulisan pemberitahuan tentang tata cara factor keamanan pendukung
lainnya.
g) Hall
Hall adalah bangunan/infrastruktur yang di fakoskan untuk beberapa cabang
olahraga seperti olahraga bela diri, catur, serta cabang olahraga indoor lainnya.
Factor penyebab cedera olehnya berupa atap/ tiang bangunan yang tidak kokok
yang di khawatirkan rentan cedera terhadap semua pihak, ruangan yang sempit,
tribun penonton yang tidak layak.
h) Arena
Pusat kegiatan olahraga yang berlangsung di arena berupa cabang olahraga pacuan
kuda dan lainnya. Penyebab cedera karenanya berupa lintasan pacuan kuda yang
tidak baik, pagar penonton yang tidak baik, benda asing yang mengganggu
lancarnya kegiatan.
i) Ring.
Ring adalah arena tempat pertandinganbela diri seperti cabang olahraga tinju,muaythai
didirikan di atas panggung (setinggi ± 1,5 m). Pada tinju era modern ini, ring
berbentuk segi empat sama sisi, dan dibatasi oleh tali berjumlah empat pada
setiap sisi. Di dalam ring ada empat sudut. Sudut berwarna merah dan biru untuk
kubu para petinju, sedang sudut berwarna putih (atau sudut netral) untuk wasit atau dokter ring yang bertugas atau beristirahat
pada masa jeda. Factor cedera oleh karenanya berupa tali ring yang tidak kuat,
besi penyangga tali ring yang anjlok, raing yang tidak kokoh serta bangunan/
tribun penonyon yang tidak baik.
j) Wall Climbing
Fasilitas ini ialah tempat berlangsunngnya olahraga panjat tebing, factor
cedera karena nya berupa wall/dinding yang rapuh, grip yang tidak kokoh,
konstruksi bangunan yang tidak kokoh, dan factor lainnya yang mengaganggu
kelancaran aktivitas wall climbing.
k) Ski es
Ski es ialah fasilitas untuk olahraga untuk hoki, factor cedera karena
fasilitas ini yang rentan terjadi adalah mencairnya es, pagar pengaman yang
kurang kuat serta benda asing lainya.
l) Gunung salju
Merupakan lintasan gunung yang bersalju yang dibiasanya di gelar kejuaraan
balapan, sky, dan lainnya. Penyebab cidera karenanya dapat berupa lintasan yang
tidak teratur, pohon tumbang, binatang buas, dan lainnya.
m) Danau.
Fasilitas olahraga air yang biasanya di laksanakan kejuaraan olahraga seperti
dayung. Factor cidera yang kerap terjadi ialah karena sampah, bintang buas,
tanaman air liar lainnya yang dapat mengganggu kelancaran aktivitas lainnya.
n) Laut.
Olahraga yang terdapat di laut biasanya erat kaitannya dengan kejuaraan balapan
boat, selancar angin dan lainnya. Penyebab cidera karenannya dapat berupa ombak
yang besar, jarring ikan nelayan, perahu nelayan dan cuaca ekstrem lainnya.
o) Udara.
Cabang olahraga yang menggunkan udara biasanya ialah terjun payung, layangan
balon udara, dan lainnya. Fasktor penyebab cidera karena ialah karena badai,
tali layangan mainan, burung liar.
p) Sungai.
Fasilitas sungai kerap di jadikan sebagai ajang kejuaraan arum jeuram. Factor
penyebab cidera di sinipun sangat bervariasi di antaranya ialah karena sampah,
pohon kayu yang tumbang, bintanang buas, batu besar yang tajam dan lainnya.
D. Sarana Pelindung
Dalam (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002:999) Sarana
olahraga adalah sesuatu (bisa berupa syarat atau upaya) yang dapat di pakai
sebagai alat atau media dalam mencapai maksud dan tujuan. Sarana pelindung
adalah alat-alat yang digunakan saat berolahraga.Sarana
pelindung yang standart punya peranan penting dalam mencegah cedera.
Kerusakan alat sering menjadi penyebab cedera pula, contoh yang sederhana
seperti sepatu. Sepatu adalah salah satu bagian peralatan/pelindung kaki dalam
berolahraga yang mendapat banyak perhatian para ahli. Masing-masing cabang
olahraga umumnya mempunyai model sepatu dengan cirinya sendiri, Yang paling
banyak dibicarakan adalah sepatu olahraga lari.
Hal
ini di hubungkan dengan dominanya olahraga lari, baik yang berdiri sendiri
maupun sebagai bagian dari orang lain.Sarana pelindung adalah peralatan yang
memadai dan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga, yang akan menghindari
terjadinya cedera, sarana pelindung yang harus diperhatikan untuk melindungi
bagian tubuh adalah sebagai berikut :
1. PELINDUNG MATA
(Goggles)
Pelindung mata (gog
leus) biasa digunakan dalam olahraga voli pantai, menyelam, berenang dll.
Kacamata renang digunakan untuk melindungi mata atlet saat berenang. Air kola
banyak mengandung klorin yang tidak baik untuk mata, kamata renang juga dapat
membantu meningkatkan posisi tuuh dan orientasi bawah air. Begitu juga dengan
voli pantai melindungi mata dari pasir mata.
2. PELINDUNG HIDUNG (NOSE
CLIP)
Pelindung hidung (nose
clip) digunakan dalam renang, kegunaanya untuk melindungi hidung agar air tidak
masuk ke dalam hidung.
3. PELINDUNG TELINGA (EAR
PLUG)
Dalam berenang dan
menyelam pelindung telinga (ear plug) sangat berguna untuk mencegah air
masuk ke dalam telinga.
4. PELINDUNG GIGI (GUM SHIELD)
Pelindung gigi (gum
shield) biasanya digunakan dalam ohraga beladiri. Kegunaannya untuk melindugi
gigi dari pukulan dan tendangan.
5. PELINDUNG MUKA (MASKER)
Pelindung muka
(masker) biasanya dipakai dalam olahraga beladiri, softball dll. Masker dalam
softball berguna untuk melindungi wajah dari bola, dan dalam beladiri berguna
untuk menahan tendangan dan pukulan,walaupun masuk tendangannya resikonya tidak
terlalu bahaya.
6. PELINDUNG KEPALA
(HELEM, HELMET, HEAD GUARD)
Pelindung kepala (helm, helmet, head guard) digunakan dalam olahraga
beladiri, motor gp, mobil balap, baalap sepeda dll. Head guard ini
berfungsi untuk meredam kekuatan tendangan lawan yang mengenai kepala, sehingga
alat ini sangat penting sekali digunakan pada setiap pertandingan beladiri,
dalam motor gp, mobil balap, dan balap sepeda helm, helmet sangat berguna
apabila terjatuh dan terkena benturan tidak terlalu berbahaya karena sudah
terlindungi helm dan helmet.
7. PELINDUNG LEHER (NECK GUARD)
Dalam olahraga, neck
guard digunakan pada olahraga yang memiliki risiko tinggi cedera leher
dan kepala atau cedera lecut (whiplash injury), misalnya pada motocross, balap
speed-boat, dan balap go-kart.
8. PELINDUNG TANGAN
(GLOVES)
Pelindung tangan biasanya dipakai dalam olahraga motocross, softball, beladiri, dll.
Dalam permaainam softball glop berguna untuk menangkap bola (menahan bola),
dalam beladiri glop berguna untuk menahan tendangan dan pukulaan,dan juga untuk
memukul lawan.
9. PELINDUNG LENGAN (ARMS
GUARD)
Arm guard dipakai
dalam olahraga beladiri dan juga lainnya, arms guardberfungsi untuk
melindungi tulang hasta kita dari benturan yang mengarah pada bagian ini,
sehingga resiko patah tulang bisa dapat dikurangi.
10. PELINDUNG BADAN (BODY
PROTECTOR/HUGO)
Body protector/hugo
umumnya dipakai dalam cabang beladiri, Alat ini berfungsi untuk melindungi
bagian badan kita, bagian ini merupakan target yang sering disasar pada waktu
pertandingan.
11. PELINDUNG ALAT KELAMIN
(GENITAL PROTECTOR)
Genital protector
sering digunakan dalam olahraga beladiri, untuk melindungi alat kelamin baik
laki-laki maupun wanita. Biasa sering terjadi pada saat menendang,tendangan
lawan sasarannya tidak pas dan mengenai alat kelamin, dengan adanya genital
protector cedera yang dialami tidak terlalu berbahaya.
12. PELINDUNG PAHA/TUNGKAI
(LEG GUARD)
Leg guard dipakai
dalam olahraga beladiri dan juga olahraga lainnya, Alat ini berfungsi
untuk melindungi tulang kering kaki kita dari benturan yang mengarah
pada bagian ini, sehingga resiko patah tulang bisa dapat dikurangi.
13. PELINDUNG LUTUT (KNEE
PADS)
Knee pads biasanya
dipakai oleh kipper sepakbola dan futsal, bola voli dll. Knee pads
berguna untuk melindungi lutut dari benturan-benturan ataupun gesekan
terhadap lapangan bola kaki, bola voli dan lantai lapangan futsal.
14. PELINDUNG TULANG
KERING (SKIN DECKER)
Skin decker biasanya
dipakai oleh pemain sepakbola dan futsal, berguna untuk melindungi tulang
kering dari berbagai benturan.
15. PELINDUNG KAKI (SEPATU,
FOOT GUARD)
Hampir semua cabang olahraga memakai pelindung kaki (sepatu/foot guard),
seperti atletik, sepakbola, bola voli, beladiri, dan lain sebagainya. Berguna
untuk melindungi kaki.